Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Ekonomi » Sistem Pembayaran di Indonesia

Sistem Pembayaran di Indonesia

2 min read

Dalam melakukan jual beli barang, tentunya tidak lepas dari yang namanya pembayaran. Untuk mendapatkan barang yang kita inginkan, kita harus membayar sejumlah uang dengan cara tertentu. Membayar dapat dilakukan secara tunai maupun dengan fasilitas yang telah disediakan oleh bank (misalnya transfer). Cara yang digunakan untuk membayar dalam melakukan jual beli tersebut disebut dengan sistem pembayaran.

Sistem pembayaran dalam suatu perekonomian negara dapat diibaratkan sebagai saluran darah dalam tubuh manusia, artinya sistem pembayaran mempunyai peranan penting dalam perekonomian. Kemajuan perekonomian bergantung pada sistem pembayaran yang digunakan.

Pengertian Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral yang dituangkan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Jenis Sistem Pembayaran

Secara garis besar sistem pembayaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem pembayaran secara tunai dan sistem pembayaran secara nontunai. Perbedaan yang paling mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada instrumen yang digunakan.

1. Sistem Pembayaran Tunai

Pembayaran tunai (On Cash) adalah pembayaran dilakukan pada saat terjadinya penyerahan barang dari penjual kepada pembeli atau pada saat terjadinya transaksi jual beli. Syarat n/30, artinya pembayaran harus dilakukan 30 hari setelah tanggal faktur.

Sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik yang berupa uang kertas dan uang logam.

2. Sistem Pembayaran Nontunai

Pembayaran nontunai adalah sistem pembayaran digital tanpa menggunakan uang fisik (kertas maupun logam), yang diperkenalkan ke publik mulai tahun 1990-an. Di Indonesia, sistem pembayaran-tanpa-uang-kartal ini tidak dirancang sebagai pengganti sistem pembayaran tunai, tapi saling melengkapi satu sama lain.

Sistem pembayaran nontunai instrumen yang digunakan berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debet, ataupun uang elektronik seperti OVO, Dana, GO-PAY dan lain sebagainya.

Peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran Nasional

Bank Indonesia berwenang menetapkan kebijakan serta mengatur, melaksanakan, dan memberi persetujuan, izin, dan pengawasan terkait penyelenggaraan sistem pembayaran. Untuk itu Bank Indonesia menjalankan beberapa peran dalam sistem pembayaran yaitu sebagai berikut.

  • Regulator, sebagai regulator Bank Indonesia berperan membuat peraturan-peraturan yang mendukung kelancaran sistem pembayaran.
  • Pemberian izin, Bank indonesia berhak memberikan izin terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam sistem pembayaran.
  • Pengawasan, kegiatan pengawasan oleh Bank Indonesia dilakukan terhadap proses pembayaran atau aktivitas para pelaku yang terlibat dalam sistem pembayaran.
  • Operator, sebagai operator Bank Indonesia menyediakan sistem pembayaran nasional yang disebut BI-RTGS dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia.
  • Fasilitator, Bank Indonesia memfasilitasi pengembangan dalam sistem pembayaran oleh industri yang bergerak di sektor jasa keuangan.

Terkait dengan alat pembayaran tunai, Bank Indonesia berupaya untuk memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat, baik dalam nominal cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, maupun kondisi yang layak edar.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Nontunai oleh Bank Indonesia

Source img: cgyudistira.blogspot.com

Transaksi pembayaran non-tunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank Indonesia melalui sistem BI-RTGS (BI-Real Time Gross Settlement) dan sistem kliring. Sistem BI-RTGS merupakan muara seluruh penyelesaian transaksi keuangan di Indonesia.

1. Sistem BI-RTGS (BI-Real Time Gross Settlement)

BI-RTGS adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. BI-RTGS berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran, khususnya untuk pemrosesan transaksi pembayaran bernilai besar yaitu transaksi Rp100 juta ke atas dan bersifat segera/urgent.

Peran Bank Indonesia dalam BI-RTGS, yaitu sebagai berikut.

  • Bank Bank indonesia sebagai pembuat ketentuan (regulator) dan pengawas (overseer).
  • Bank Indonesia sebagai penyelenggara (operator) sistem BI-RTGS.
  • Bank Indonesia sebagai pengguna dalam sitem pembayaran ini.

2. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaan setiap transaksinya dilakukan secara nasional. Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tahun 2005, SKNBI berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran, khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk Retail Value Payment System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil/retail yaitu transaksi di bawah Rp100 juta.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai sistem pembayaran di indonesia, mulai dari pengertian, jenis, dan peran Bank Indonesia dalam penyelenggaran sistem pembayaran di Indonesia. Sekian informasi yang dapat freedomsiana bagikan dan semoga bermanfaat.

 

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *