SIG adalah? Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu sistem yang menekankan pada unsur informasi geografis. Informasi geografis tersebut mengandung pengertian informasi tentang tempat-tempat yang berada di permukaan bumi, pengetahuan tentang letak suatu objek di permukaan bumi, dan informasi tentang keterangan-keterangan (atribut) tang terdapat di permukaan bumi yang posisinya tidak diketahui.
Perkembangan SIG sangat menarik bagi berbagai pihak untuk keperluan yang sangat beragam. Oleh karena itu, penggunaan SIG mengalami peningkatan yang sangat pesat sejak tahun 1980-an. Peningkatan penggunaan SIG terutama terjadi di negara-negara maju, baik di kalangan militer, pemerintahan, akademis, maupun untuk kepentingan bisnis.
Daftar Isi
Pengertian SIG
Sistem informasi geografis (SIG) / geographic information system (GIS) adalah sistem komputer khusus pengolahan data yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola, dan menampilkan informasi keruangan. SIG merupakan sistem informasi khusus pengelola data yang mempunyai informasi spasial (bereferensi keruangan).
Sistem informasi geografi memiliki fungsi untuk melakukan perhitungan, display, overlay, buffering, kompulasi data non-spasial, membuat hubungan kerungan dan membuat peta tematik untuk perencanaan pembangunan wilayah.
Baca: 7 Keunggulan SIG (Sistem Informasi Geografis)
Komponen-Komponen SIG
Komponen-komponen yang terdapat dalam SIG diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Data
Data yang terdapat dalam SIG ada dua macam, yaitu data spasial dan data atribut.
- Data spasial/data keruangan adalah data dalam bentuk grafis yang menunjukkan ruang lokasi atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial dilambangkan dengan titik, garis, dan poligon.
- Data atribut adalah data yang memberi penjelasan atau deskripsi atas setiap objek di permukaan bumi. Data atribut berfungsi menggambarkan gejala topografi karena memiliki aspek deskriptif dan kualitatif. Oleh karena itu, data atribut sangat penting dalam menjelaskan seluruh objek geografi, contohnya atribut kualitas tanah yang terdiri dari status kepemilikan lahan, luas lahan, tingkat kesuburan tanah, dan kandungan mineral dalam tanah.
2. Perangkat Keras
Perangkat keras terdiri dari komputer beserta instrumennya (perangkat pendukungnya). Data yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras mempunyai tiga peranan yaitu sebagai berikut.
- Alat masukan (input), berfungsi untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Alat ini terdiri dari scanner, digitizer, dan CD/DVD-ROM.
- Alat pemrosesan, berfungsi mengolah, menganalisis, dan menyimpan data yang masuk dalam sistem komponen sesuai kebutuhan. Contoh alat yang mempunyai fungsi pemrosesan adalah CPU, tape drive, dan disk drive.
- Alat keluaran (output), berfungsi menayangkan informasi geografis sesuai data SIG yang telah diproses. Contoh alat ini adalah printer dan plotter.
3. Perangkat Lunak
Perangkat lunak dalam sistem informasi geografis terdiri dari beberapa modul. Modul ini berupa masukan dan verifikasi data, penyimpanan data, serta transformasi data. Paket perangkat lunak sebagian besar dari luar negeri, seperti ILWIS, ERDAS IMAGINE, SPANS, MapInfo, ArcInfo, ArcView, dan lain-lain. Perangkat lunak tersebut berfungsi memasukkan dan mengecek data, menyimpan data, memperoleh data hasil pemrosesan, serta manipulasi data.
4. Manajemen
Manajemen merupakan perangkat dalam SIG yang terdiri dari sumber daya manusia. Suatu proyek SIG akan berhasil jika dilakukan dengan manajemen yang baik. Oleh karena itu, SIG harus dikerjakan oleh orang-orang yang tepat, yang memiliki keahlian dalam bidang SIG sesuai dengan tingkatannya.
5. Pengguna
Teknologi SIG tidak akan bermanfaat tanpa manusia yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi nyata. Suatu proyek SIG akan berhasil jika diolah dengan baik dan dikerjakan oleh orang yang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan.
Tahapan Kerja SIG
Dalam pengelolaan sistem informasi geografis (SIG) dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sistem manual/konvensional dan sistem otomatis/modern (yang berbasis komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem informasi geografis yang bersifat manual biasanya digabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik, dan laporan survei lapangan.
Semua data tersebut dikomplikasikan dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer, sedangkan sistem informasi geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolahan data melalui proses digitasi. Sumber data dapat berupa citra satelit, atau foto udata digital, serta foto udara yang terdigitasi.
1. Tahapan Kerja SIG Menggunakan Komputer
Tahapan kerja SIG menggunakan komputer melalui tiga langkah, yaitu input (masukan), proses (manipulasi dan analisis), dan output (keluaran yang berupa hasil data). Untuk lebih jelaskan perhatikan skema berikut.
2. Tahapan Kerja SIG secara Konvensional
Inti dari pengoperasian SIG secara konvensional adalah penggambaran peta akhir berdasarkan hasil tumpang susun beberapa peta tematik dan dilakukan secara manual. Tahapan pengoperasian SIG secara konvensional adalah sebagai berikut.
- Tahap persiapan, melakukan kajian kebutuhan dan pembuatan konsep serta peta tematik yang dibutuhkan.
- Tahap pembuatan peta, peta dibuat dengan cara konvensional.
- Tahap analisis, melakukan tumpang susun peta-peta yang telah digambar pada plastik transparan.
- Tahap pemindahan peta, memindahkan peta komposit dari plastik transparan ke atas selembaran kertas kalkir dengan ukurna yang sama dengan plastik transparan.
Baca juga: Manfaat SIG (Sistem informasi geografis)
Nah, itulah pengertian mengenai Sistem Informasi Geografis (SIG), beserta komponen dan tahapan kerja SIG. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai SIG dan semoga bermanfaat.