Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Pertanyaan » Sejarah yang dapat terjadi berulang kali

Sejarah yang dapat terjadi berulang kali

2 min read

Sejarah adalah sebuah catatan mengenai kehidupan yang terjadi pada masa lampau beserta perkembangannya terkait dengan manusia dan dapat dijadikan sebagai pembelajaran di masa kini dan masa depan.

Sejarah merupakan sebuah peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lalu dan dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan pada masa itu sendiri.

Selain itu, sejarah dapat diartikan sebagai suatu cabang ilmu yang melakukan kajian secara sistematis mengenai seluruh perkembangan serta proses perubahan dan dinamika pada kehidupan masyarakat yang dimana telah terjadi pada masa lalu.

Salah satu pertanyaan seputar sejarah yang banyak ditanyakan dan dicari jawabannya adalah mengenai sejarah yang dapat terjadi berulang kali disebut apa? Adapun jawabannya adalah sebagai berikut.

Pertanyaan

Dalam sejarah yang dapat terjadi berulang kali adalah …

  • Peristiwa.
  • Pola.
  • Waktu.
  • Tempat.
  • Pelaku.

Jawabannya adalah pola.

Sejarah memiliki beberapa tafsiran tentang bagaimana berjalannya unsur-unsur yang terdapat di dalam sejarah, seperti waktu berjalan seperti garis lurus, ruang bersifat tetap, dan manusia bersifat dinamis.

Rangkaian unsur tersebut disatukan oleh “pola” yang terjadi sama dan berulang kali meskipun dengan detail yang berbeda. Maka jawaban dari sejarah yang dapat terjadi berulang kali adalah pola.

Pola Gerak Sejarah

Sejarah yang dapat terjadi berulang kali adalah pola. Adapun pola gerak sejarah adalah sebagai berikut.

1. Siklus

Pola gerak siklus dihasilkan dari hukum Fatum. Hukum fatum berkaitan dengan penyamaan antara alam raya dengan alam kecil, yakni manusia (macrocosmos dan microcosmos). Alam raya dan alam manusia dikuasai oleh nasib (qadr), yakni suatu kekuatan gaib yang menguasai keduanya.

Hukum alam yang menguasai hukum cosmos adalah hukum lingkaran atau hukum siklus, yang berarti bahwa setap kejadian yang pernah terjadi maka akan terjadi dan terulang kembali.

Hukum siklus berarti bahwa setiap kejadian atau peristiwa tertentu akan terulang atau terjadi kembali. Seperti tumbuh kembangnya manusia, yang pada awalnya tidak ada, kemudian dilahirkan, tumbuh dan berkembang, tua, dan akhirnya kembali kepada ketiadaan (mati).

Oleh karena itu terdapat dalil bahwa di dunia ini tidak terdapat sesuatu (peristiwa) yang baru, sebab segala sesuatu berulang menurut hukum siklus.

2. Linier

Pola gerak sejarah linier ini berkembang pada abad ke-18 dan 19. Zaman dimana kekuatan gereja sudah runtuh dan digantikan oleh zaman renaissance dengan ciri masyarakat yang senantiasa bergerak dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik.

Zaman ini juga ditandai dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keadaan ini kemudian memunculkan alam pikiran baru di Eropa, yang kemudian berdampak pada gerak sejarah.

Masyarakat tidak lagi menitik beratkan segala sesuatunya kepada Tuhan, melainkan kepada rasionalitas. Hal ini menimbulkan perubahan dalam gerak sejarah. Titik dari segala peristiwa tidak lagi dipangkalkan pada Tuhan, melainkan kepada evolusi (kemajuan) yaitu keharusan yang memaksa segala sesuatu untuk maju, dan kemudian memunculkan pola gerak sejarah maju.

3. Spiral

Giovanni Battista Vico adalah seorang filsuf dan sejarawan Italia yang berasal dari Napoli dan merupakan guru besar dalam retorika serta sejarawan istana.

Ia menyatakan bahwa sejarah bergerak mengikuti pola spiral, yaitu selalu ada perulangan kembali, tetapi tidak kepada titik pangkal, melainkan ke titik yang lebih tinggi, sehingga keseluruhannya merupakan kemajuan.

Teori ini dianggap sebagai sintese dari gerak lingkar dan proses saling hubung, antara pendapat sejarah berulang lagi dan sejarah berlaku sekali. Vico menyatukan ulangan dengan urutan atau ulangan dengan perkembangan.

4. Diakletis

Diakletis merupakan pola gerak sejarah yang menunjukkan bahwa peristiwa sejarah bersifat fluctuaction of age to age, yaitu naik-turun, pasang-surut, timbul-tenggelam.

Pola gerak sejarah ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan Rusia yang mengungsi ke Amerika Serikat sejak revolusi komunis 1917, yaitu Pitirim Sorokin. Ia juga merupakan seorang sosiolog.

Dalam merumuskan pola gerak sejarah, ia menerima teori siklus, seperti teori hukum fatum yang dikemukakan oleh Spengler, dan menolak teori Karl Marx, dan juga teori Agustinus dan Toynbee yang mengarah kepada kerajaan Tuhan.

Menurut Sorokin, tidak ada hari akhir sebagaimana yang diyakini oleh St. Agustinus, dan tidak ada pula kehancuran. Ia hanya melukiskan perubahan-perubahan dalam tubuh kebudayaan yang menentukan sifatnya untuk sementara waktu.

Dalam menafsirkan gerak sejarah, Sorokin tidak mencari pangkal dari gerak sejarah atau muara gerak sejarah. Ia hanya melukiskan prosesnya atau jalannya gerak sejarah.

Baca juga: Teks Cerita Sejarah – Pengertian Ciri, Struktur, dan Jenis

Nah itulah dia artikel tentang pertanyaan “dalam sejarah yang dapat terjadi berulang kali adalah?” beserta penjelasannya. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan dan semoga bermanfaat.

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *