Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Pengertian » Sosiologi » Konflik adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Contoh

Konflik adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Contoh

3 min read

Permusuhan atau konflik adalah proses sosial yang terjadi ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan dan membuatnya tidak berdaya.

Permusuhan atau konflik diawali dengan adanya perbedaan atau persaingan yang serius sehingga sulit didamaikan atau ditemukan kesamaannya.

Dalam kehidupan sehari-hari konflik lumrah atau biasa terjadi karena kita sadari bahwa setiap orang pasti memiliki sudut pandang dan pola pikir yang berbeda-beda.

Konflik bisa menjadi berbahaya jika sudah meluas dan menimbulkan kekerasan, sehingga merugikan banyak pihak. Adapun pengertian konflik, jenis, penyebab, dan akibat konflik adalah sebagai berikut

Pengertian Konflik

Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan dan membuatnya tidak berdaya.

Konflik merupakan ketidaksamaan persepsi, pandangan, dan perspektif antara satu pihak dengan pihak lainnya yang kemudian masing-masing pihak berusaha membenarkan pendapatnya dengan cara menyingkirkan lawannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik adalah percekcokan, perselisihan, dan pertentangan.

Dengan demikian, konflik adalah suatu proses sosial antara dua individu atau kelompok yang saling berusaha menyingkirkan pihak lain untuk mencapai suatu kepentingan atau tujuan tertentu dengan cara memberikan perlawanan disertai dengan ancaman dan kekerasan.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Menurut Lewis A. Coser, konflik adalah suatu perjuangan nilai atau tuntutan atas status yang merupakan bagian dari masyarakat yang akan selalu ada, sehingga apabila ada masyarakat maka juga ada konflik yang muncul.

Menurut Taquiri dan Davis, Konflik adalah suatu warisan kehidupan sosial masyarakat yang terjadi dalam berbagai keadaan sebagai akibat dan bangkitnya ketidaksetujuan, kontroversi, dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara terus-menerus.

Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu keadaan pertentangan antara dua pihak yang saling berusaha memenuhi kebutuhan dengan cara menentang pihak lawan.

Jenis-jenis Konflik

Adapun jenis-jenis konflik adalah sebagai berikut.

1. Konflik Individu

Konflik individu adalah konflik yang terjadi antara individu satu dan individu lain yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan. Contoh konflik individu seperti konflik dengan teman kerja di kantor mengenai masalah pekerjaan.

2. Konflik Antara Kelas Sosial

Konflik antara kelas sosial adalah konflik yang terjadi antara kelas sosial satu dan kelas sosial lain. Contoh: konflik antara penguasaha dan buruh. Buruh menuntut kenaikan upah dengan jam kerja sedikit, sedangkan pengusaha sebaliknya.

3. Konflik Rasial

Konflik rasial adalah konflik yang terjadi antara ras satu dan ras lain, Hal tersebut terhadu karena perbedaan ciri-ciri fisik. Contoh konflik rasial yang pernah terjadi di Indonesia contohnya antara Etnis Sampit dan Madura, sedangkan lainnya konflik etnis Tionghoa dan Jawa.

4. Konflik Politik

Konflik politik adalah konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki persamaan kepentingan dalam bidang politik atau hal-hal yang berhubungan dengan masalah kenegaraan. Sebagai contoh, konflik antara partai A dan partai B dalam pemilu.

5. Konflik Agama

Konflik agama adalah konflik yang terjadi antara pemeluk agama satu dengan yang lainnya. Sebagaian besar masyarakat menganggap agama sebagai pedoman hidup yang diikuti secara mutlak, sehingga apapun yang berbeda dan tidak sesuai dengan agamanya dianggap sebagai masalah dan kemudian memicu terjadinya konflik. Contoh konflik agama seperti kasus rohingya di myanmar antara umat islam dan umat buddha.

6. Konflik Internasional

Konflik internasional adalah konflik yang terjadi antarbangsa di dunia yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan. Contohnya konflik internasional yang tidak ada habisnya antara Israel dan Palestina.

Penyebab Konflik

Penyebab terjadinya konflik umumnya disebabkan oleh perbedaan. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya pertentangan atau konflik menurut Soerjono Soekanto adalah sebagai berikut.

1. Perbedaan Antarindividu

Setiap individu memiliki pemikiran dan keinginan yang tidak sama antara individu satu dan individu lainnya. Adanya perbedaan pemikiran, pendirian, ideologi, kepentingan, dan lain-lain menjadi salah satu penyebab terjadinya pertentangan atau konflik dalam sebuah interaksi sosial.

2. Perbedaan Kebudayaan

Setiap masyarakat memiliki kebudayaan dan secara umum anggota suatu masyarakat menganggap bahwa kebudayaan adalah yang paling baik, benar, dan unggul. Adanya pemikiran tersebut menjadikan orang cenderung merendahkan kebudayaan lain. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya konflik atau pertentangan.

Jika setiap individu dalam masyarakat dapat saling menghargai kebudayaan masing-masing, tentunya petentangan atau konflik dapat dihindarkan.

3. Perbedaan Kepentingan

Setiap orang memiliki kepentingan dan untuk mencapai kepentingannya tersebut seseorang sering melakukan segala macam upaya. Jika kepentigan-kepentingan yang ada dalam masyarakat berbeda, akan terjadi benturan kepentingan.

Hal itulah yang menjadi sebab terjadinya pertentangan atau konflik. Pertentangan antara eksekutif (pemerintah) dengan legislatif (DPR) adalah contoh nyata perbedaan kepentingan.

4. Perubahan Sosial

Pergeseran nilai dan norma merupakan bentuk perubahan sosial. Apabila perubahan sosial tersebut berlangsung sangat cepat, akan ada kelompok yang sependapat atau menerima dengan perubahan tersebut (pro), tetapi ada pula yang menolaknya (kontra). Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya pertentangan atau konflik.

Bentuk Konflik Sosial

Konflik memiliki bentuk-bentuk sosial berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik yaitu sebagai berikut.

  1. Konflik vertikal, yaitu konflik yang terjadi di dalam suatu lingkungan, misalnya antara manager atau bos dengan karyawannya.
  2. Konflik horizontal, yaitu konflik antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan sama, misalnya antar angota dalam suatu organisasi.
  3. Konflik regional, yaitu konflik yang muncul akibat pembagian atau pengalokasian sumber daya ke organisasi yang tidak adail sehingga menyebabkan terjadinya pertentangan (konflik).

Dampak Konflik

Secara umum, konflik sosial menimbulkan dampak negatif dari semua pihak yang berkonflik. Berikut beberapa dampak dari konflik.

  • Menimbulkan kerusakan integrasi sosial.
  • Menimbulkan rasa dendam pada pihak yang kalah.
  • Menimbulkan trauma secara psikologis dan sosial.
  • Menimbulkan kerusakan dan kehilangan harta benda.

Selain menimbulkan dampak negatif, konflik juga menimbulkan dampak positif yaitu konflik dapat menghasilkan suatu kesepakatan yang menguntungkan semua pihak sehingga integrasi masyarakat menjadi lebih kuat.

Contoh Konflik Sosial

Adapun beberapa contoh konflik sosial yang terjadi sering di Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Konflik antara kebijakan pemerintah dengan kepentingan masyarakat.
  • Konflik perbedaan pendapat ketika bermusyawarah.
  • Konflik sengketa lahan.
  • Konflik antar pendukung calon pemimpin.
  • Konflik tawuran antar kelompok masyarakat.
  • Konflik tawuran antar pelajar.
  • Konflik antar suku di masyarakat.

Baca juga: Perbedaan Konflik dan Kekerasan

Nah itulah dia artikel tentang pengertian konflik, jenis, penyebab, bentuk, dampak, dan contoh konflik. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan tentang pelajaran sosiologi dan semoga bermanfaat.

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *