Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Sejarah » Pengertian Candi, Stupa, dan Relief

Pengertian Candi, Stupa, dan Relief

2 min read

Di Indonesia terdapat banyak hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan asli Indonesia. Salah satunya adalah seni bangunan yang hingga kini masih bisa dilihat dan dinikmati. Seni bangunan tersebut umumnya berupa candi, stupa, dan juga relief (seni ukir).

Bangunan candi merupakan bentuk akulturasi antara unsur budaya Hindu-Buddha dan unsur budaya Indonesia asli. Bangunan yang megah, patung-patung perwujudan dewa atau buddha, serta bagian-bagian candi dan stupa adalah unsur-unsur yang berasal dari India.

Nah, kali ini kita akan membahas pengertian mengenai candi, stupa dan relief, beserta contohnya.

1. Candi

Candi Prambanan

Candi adalah sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari agama Hindu-Buddha. Candi digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa.

Dalam agama Hindu, kata candi berasal dari kata “candika” yaitu salah satu nama dari dewi Durga (dewi maut). Candi juga berasal dari kata “cinandi” yang berarti makam.

Dalam agam Hindu candi diperuntukkan sebagai makam dari orang-orang yang terkemuka atau para raja yang wafat. Sedangkan dalam agama Buddha, candi merupakan sebuah tempat pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Sang Buddha Gautama.

Pada hakikatnya bentuk candi di Indonesia adalah punden berundak yang merupakan unsur asli Indonesia. Candi merupakan sebuah bangunan yang berasal dari zaman kekuasaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Contoh candi bercorak Hindu di Indonesia adalah Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Gebang, kelompok Candi Dieng, Candi Gedong Songo, Candi Panataran, dan Candi Cangkuang.

Adapun contoh candi Buddha adalah Candi Borobudur, Candi Sari, Candi Plaosan, Candi Banyunibo, Candi Sumberawan, dan Candi Muara Takus.

2. Stupa

Stupa Candi Borobudur

Stupa adalah bangunan atau susunan batuan yang menyerupai genta yang ada di candi peninggalan agama Buddha, atau biasanya merupakan bangunan suci agama Buddha (tempat menyimpan relik atau benda-benda suci sang Buddha).

Bangunan stupa pada masa India Kuno digunakan sebagai makam atau tempat penyimpanan abu kalangan bangsawan atau tokoh tertentu. Adapun tiga bagian dari stupa adalah sebagai berikut.

  • Andah, melambangkan dunia bawah tempat manusia yang masih dikuasai hawa nafsu.
  • Yanthra, merupakan suatu benda untuk memusatkan pikiran saat bermeditasi.
  • Cakra, melambangkan nirwana tempat para dewa.

Jika dibandingkan dengan di India dan Asia Timur, bangunan stupa di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri. Di tempat lain bangunan stupa berdiri sendiri, sedangkan di Indonesia bangunan stupa menjadi bagian dari candi atau kompleks candi tertentu.

3. Relief

Relief Candi Borobudur

Relief adalah bentuk seni pahat atau ukiran tiga dimensi yang berada di batu dan dinding bangunan. Relief juga diartikan sebagai hasil seni pahat sebagai pengisi bidang pada dinding candi yang melukiskan suatu cerita atau kisah. Contoh relife: relife pada candi borobudur.

Masuknya pengaruh India juga membawa perkembangan dalam bidang seni rupa, seni pahat, dan seni ukir. Hal tersebut dapat dilihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada bagian dinding-dinding candi, contohnya relief yang dipahatkan pada dinding pagar lankan di Candi Borobudur yang berupa pahatan riwayat Sang Buddha.

Relief kala makara pada candi dibuat sangat indah. Adapun dasar hiasan relief kala makara adalah motif binatang, dan tumbuh-tumbuhan.

Contoh Relief

Berikut relief-relief yang ada pada Candi Borobudur.

  • Relief Karmawibhangga, yaitu relief yang menceritakan sebab akibat pembuatan baik dan buruk manusia. Dipahatkan pada kaki candi yang tertimbun.
  • Relief Lalitavistara, yaitu relief yang menceritakan riwayat Sang Buddha Gautama sejak lahir sampai khotbah pertama di Taman Rusa. Dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama.
  • Relief Jatakamala-Awadana, yaitu relief yang berupa kumpulan sajak yang menceritakan pembuatan Sang Buddha Gautama dan para Bodhisatwa semasa hidupnya. Dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama dan kedua.
  • Relief Gandhawiyuha-Bhadracari, yaitu relief yang menceritakan usaha Sudhana mencari ilmu yang tinggi sampai Sudhana bersumpah mengikuti Bodhisatwa Samanthabhadra. Dipahatkan pada dinding lorong kedua sampai keempat.

Nah, itulah pengertian sekaligus perbedaan antara candi, stupa, dan relief yang masih berhubungan antara satu sama lain. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan mengenai seni bangunan Hindu-Buddha dan semoga bermanfaat untuk Anda yang telah membaca.

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *