Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Seni Budaya » Nama Tari Sunda yang Terkenal dan Maknanya

Nama Tari Sunda yang Terkenal dan Maknanya

1 min read

Kita semua sudah tahu bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan beragam budaya. Keberagaman budaya tersebut tidak terlepas dari Indonesia yang memiliki banyak suku bangsa.

Indonesia menjadi negara yang memiliki lebih dari 1.340 suku bangsa berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2010. Dimana suku terbesar adalah Suku Jawa dengan populasi penduduk mencapai 95 juta jiwa atau 41% dari total populasi penduduk di Indonesia.

Sedangkan suku kedua dengan jumlah populasi penduduk terbesar kedua adalah Suku Sunda dengan populasi 36 juta jiwa atau sekitar 15% dari total populasi penduduk Indonesia.

Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai tarian dari salah satu suku tersebut, yaitu Suku Sunda. Apa saja nama tarian daerah sunda? seperti apa tariannya? Berikut informasinya.

1. Tari Jaipong

Tari Jaipong atau Jaipongan adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Tari ini merupakan sebuah kesenian yang berasal dari Sunda yang diiringi dengan Degung (gamelan Sunda).

Pada awalnya tari Jaipong bernama “ketuk tilu” yang diciptakan oleh seniman berbakat bernama Gugum Gumilar. Tari Jaipong memiliki ciri khas tarian dengan gaya kaleran, alami, ceria, bersemangat, sederhana, dan apa adanya.

Tari Jaipong mengkolaborasikan beberapa macam gerakan tari, diantaranya gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan beberapa gerakan pencek silat yang diminati masyarakat Sunda pada masa itu.

Makna Tari Jaipong

Makna tari jaipong adalah merepresentasikan wanita sunda yang memiliki sifat, ramah, berani, energik, pantang untuk menyerah, mandiri, lincah, bertanggungjawab, genit namun santun.

2. Tari Topeng

Tari Topeng adalah tarian Sunda yang penarinya mengenakan topeng. Topeng yang digunakan dalam tarian ini juga berbeda-beda tergantung karakter yang dimainkan oleh penari. Oleh karena itu penari yang memainkannya disebut dalang.

Dalam pementasannya, tari topeng terkadang dimainkan oleh satu orang namun terkadang juga dimainkan secara berpasangan atau kelompok. Tari topeng biasanya dipentaskan dalam pelaksanaan upacara adat, pertunjukan seni atau acara yang berhubungan dengan seni tradisi.

Tari topeng menjadi bagian dari upacara adat, karena menceritakan kembali cerita kuno para leluhur Sunda. Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur tanah Sunda.

Makna Tari Topeng

Makna tari topeng adalah menggambarkan sebuah ketaatan bergama seorang manusia kepada Yang Maha Kuasa, manusia yang berilmu, perilaku baik yang sesuai dengan ajaran dan syariat agamanya, dan senantiasa menjalankan perintah serta menjauhi larangan-larangan dari Tuhan,

3. Tari Rampak Gendang

Tari rampak gendang atau rampak kendang. adalah salah satu tari kesenian tradisional Jawa Barat terutama masyarakat Sunda. Dinamai rampak gendang, karena rampak dalam bahasa Sunda berarti serempak atau secara bersama-sama. Sedangkan gendang merupakan instrumen dalam gamelan Degung.

Jadi. rampak gendang merupakan tarian tradisional Sunda yang dimainkan dalam jumlah banyak secara serempak atau bersama-sama. Alat musik yang digunakan dalam rampak gendang diantaranya kendang/gendang, gitar, gamelan dan rebab.

Tari rampak gendang dimainkan lebih dari dua orang penari dengan pakaian atau kostum yang sama. Pertunjukan tari ini dilakukan secara bersama-sama diiringi alunan musik penuh energik.

Makna Tari Rampak Gendang

Makna tari tampak gendang adalah mencerminkan masyarakat Sunda yang guyub dan harmonis berlandaskan sifat-sifat kegotong-royongan dan keceriaan.

Baca juga: Kritik Tari – Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh

Nah itulah dia artikel tentang tarian yang berasal dari Sunda beserta penjelasan dan maknanya. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan tentang tarian suku di Indonesia dan semoga bermanfaat.

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.