Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Arti Kata » Sosiologi » Komunitas adalah: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Komunitas adalah: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

2 min read

Pada era modern seperti sekarang ini, setiap masyarakat atau komunitas saling bersaing secara kompetitif. Masyarakat yang cakap dan kompeten dapat memanfaatkan potensi guna meningkatkan perekonomian.

Sebaliknya, masyarakat yang kurang kompeten akan kalah bersaing dengan yang lain. Oleh karena itu, pemberdayaan komunitas diperlukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat.

Pengertian Komunitas

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial yang memiliki ketertarikan/kepedulian yang sama (saling peduli).

Komunitas berasal dari bahasa Inggris, yaitu community yang berarti masyarakat yang mencakup wilayah sama. Anggota masyarakat memiliki jalinan interaksi kuat dan persamaan kebudayaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komunitas adalah kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu.

Dengan demikian, komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli. Dalam komunitas hubungan antaranggota terjalin erat karena memiliki kesamaan kepentingan (interest) atau nilai yang dianut (values).

Ciri-Ciri Komunitas

Komunitas dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk kelompok sosial. Komunitas cenderung lebih eksklusif dalam menyebut sekelompok individu yang memiliki kesamaan daerah, ciri khas, hubungan emosional, kesadaran dan kepentingan sama.

Adapun ciri-ciri komunitas adalah sebagai berikut.

  1. Adanya kesatuan hidup yang teratur, artinya mmasyarakat yang memiliki kesatuan hidup yang teratur dan tetap akan lebih cenderung memiliki hubungan sosial.
  2. Bersifat teitorial, artinya komunitas sosial dapat dilihat dari tempat asal anggotanya, dimana juga dapat disebut sebagai masyarakat setempat karena memiliki kesamaan tempat tinggal.
  3. Sifatnya ada dan nyata, artinya komunitas sosial itu ada dan dapat dijumpai di kehidupan nyata dan harus dapat dikenali oleh pihak lain.
  4. Adanya hubungan timbal balik, artinya harus ada hubungan timbal balik dalam komunitas tersebut yang saling menguntungkan.
  5. Faktor yang sama, artinya anggota komunitas biasanya memiliki faktor yang sama antara satu salam lain, seperti rasa senasib, kepentingan yang sama atau ideologi yang sama.

Jenis-Jenis Komunitas

Adapun jenis-jenis komunitas adalah sebagai berikut.

  • Komunitas minat, yaitu komunitas yang terbentuk dari adanya kesamaan keinginan atau minat atau ketertarikan pada setiap anggota dari komunitas tersebut.
  • Komunitas lokasi, yaitu komunitas yang terbentuk dari adanya kesamaan lokasi tempat tinggal dan beraktivitas. Dimana setiap para anggotanya sudah saling mengenal satu dengan lainnya.
  • Komunitas religius, yaitu komunitas yang terbentk dari adanya kesamaan kehidupan bersama yang didasari atas motif sebuah keagamaan.
  • Komunitas komunitas, yaitu komunitas yang terbentuk dari adanya kesamaan kepentingan guna mencapai tujuan bersama.

Unsur-Unsur Komunitas

Komunitas dalam masyarakat terbentuk atas dasar unsur-unsur tertentu. Unsur-unsur komunitas menentukan kuat atau renggangnya solidaritas sosial yang terjalin antaranggota komunitas. Menurut Soerjono Soekanto (2014: 131–132), terdapat tiga unsur komunitas sebagai berikut.

1. Seperasaan

Setiap anggota mengidentifikasikan dirinya menjadi bagian atau tergabung dalam komunitas. Anggota komunitas akan menyebut dirinya sebagai ”kami” atau ”kelompok kami”. Seperasaan muncul akibat adanya kesamaan kepentingan/tujuan sama antaranggota untuk memenuhi kebutuhan hidup.

2. Sepenanggungan

Setiap anggota komunitas memiliki kondisi, nasib, atau keadaan yang sama. Oleh karena kesamaan tersebut, terbentuk ikatan antaranggota. Selain itu, kondisi yang demikian mendorong antarindividu memiliki kesadaran mengenai perannya dalam komunitas.

3. Saling Memerlukan

Setiap anggota komunitas memiliki hubungan erat satu sama lain. Kondisi demikian mendorong timbulnya perasaan ketergantungan antaranggota terhadap komunitas untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis.

Hubungan erat antaranggota terjadi akibat proses interaksi antarindividu dalam komunitas. Oleh karena itu, setiap komunitas selalu memiliki rasa solidaritas dan kekeluargaan yang kuat.

Ketiga unsur tersebut mendorong terbentuknya berbagai komunitas sosial dalam masyarakat. Apabila ketiga unsur tersebut dijiwai oleh setiap anggota komunitas, hubungan sosial antaranggota kelompok dapat terjalin erat.

Contoh Komunitas

Adapun beberapa contoh komunitas adalah sebagai berikut.

  1. Paguyuban Betawi Rempug.
  2. Paguyuban Sumarah Purbo.
  3. Paguyuban Pasundan.
  4. Komunitas Hutan Bakau.
  5. Komunitas pencita fotografi.
  6. Komunitas Danau Toba.

Baca juga: 6 Contoh Bentuk Ketimpangan Sosial di Indonesia

Nah itulah dia artikel tentang pengertian komunitas, beserta ciri-ciri, jenis, unsur, dan contohnya. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan dan semoga bermanfaat.

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.