Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Home » Kerajaan » Sejarah » 7 Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

7 Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

3 min read

Masa kerajayaan kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan berlangsung pada abad ke-13 hingga dengan abad ke-16. Kerajaan-kerajaan tersebut umumnya timbul dikarenakan maraknya lalu lintas laut oleh para pedagang Islam.

Pedagang Islam tersebut kebanyakan berasal dari Arab, Persia, China, dan lain sebagainya. Kerajaan Islam tersbeut masih dibagi berdasarkan pusat wilayah pemerintah di beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.

Lalu kerajaan apa yang pertama kali memeluk Islam? Mungkin sebagian besar akan menjawab Samudera Pasai sebagai kerajaan islam tertua di Indonesia. Namun pada kenyataanya berdasarkan histori, kerajaan perlak-lah yang menjadi kerajaan bercorak Islam tertua di Indonesia.

Perlak sendiri berlokasi di Aceh bagian timur, yang didirikan pada tahun 840 Masehi hingga tahun 1292, yang kemudian akhirnya bergabung dengan kerajaan Samudera Pasai.

Berikut ini adalah 7 kerajaan Islam yang memeluk atau bercorak agama Islam paling tertuan hingga yang paling berkuasa.

1. Kerajaan Perlak (840 – 1292 M)

Kerajaan Perlak atau Kesultanan Peureulak adalah sebuah kerajaan bercorak islam yang terletak di Aceh Timur, kerajaan Islam tertua di Indonesia ini akhirnya bergabung dengan kerajaan Samudra Pasai.

Kesultanan Peureulak adalah kerajaan Islam di Indonesia yang berkuasa di sekitar wilayah Peureulak, Aceh Timur, Aceh sekarang antara tahun 840 sampai dengan tahun 1292 Perlak atau Peureulak terkenal sebagai suatu daerah penghasil kayu perlak, jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal, dan karenanya daerah ini dikenal dengan nama Negeri Perlak.

Hasil alam dan posisinya yang strategis membuat Perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad ke-8, disinggahi oleh kapal-kapal yang antara lain berasal dari Arab dan Persia. Hal ini membuat berkembangnya masyarakat Islam di daerah ini, terutama sebagai akibat perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.

2. Kerajaan Ternate (1257 – 1950 M)

Mulai pertengahan abad ke-15, Islam diadopsi secara total oleh kerajaan dan penerapan syariat Islam diberlakukan. Kesultanan Ternate atau juga dikenal dengan Kerajaan Gapi adalah salah satu dari 4 kerajaan Islam di Kepulauan Maluku dan merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257.

Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-17. Kesultanan Ternate menikmati kegemilangan di paruh abad ke -16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya.

Di masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di Pasifik.

3. Kerajaan Samudra Pasai (1267 – 1521 M)

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh Utara. Islam masuk abad ke-13 ditandai penemuan makan Sultan Malik as-Saleh pada 1297 M. Kerajaan ini didirikan oleh Merah Silu atau yang kemudian menggunakan gelar berbahasa Arab, Malikul Saleh, sekitar tahun 1267. Kerajaan ini dikunjungi oleh Ibnu Batutah dan Marco Polo.

Puncak kejayaan kesultanan Samudera Pasai ini berada pada masa sultan ketiga Samudera Pasai, Sultan Mahmud Malik Az-Zahir. Pada masa sultan ini Samudera pasai dikunjungi oleh penjelajah dan musafir Maroko yang bernama Ibnu Batutah. Menurut Ibnu Batutah, sultan ini adalah seorang yang sangat taat beragama Islam dan memeluk madzhab Syafii.

Pada masa pemerintahan sultan ini, Pasai menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara dan menggunakan koin emas sebagai mata uangnya. Banyak saudagar dari Arab, India, Iran dan China yang berdagang di Pasai. Banyak saudagar ini yang beragama Islam dan mereka selain berdagang juga menyebarkan ajaran Islam di Pasai.

4. Kerajaan Pagaruyung (1347 – 1825 M)

Kerajaan pagaruyung terletak di Sumatera Baray. Islam masuk pada abad ke-14 dan mulai berkembang pada abad ke-16. Kerajaan Pagaruyung adalah sebuah Kerajaan Melayu yang pernah berdiri, meliputi provinsi Sumatera Barat sekarang dan daerah-daerah di sekitarnya.

Nama kerajaan ini dirujuk dari Tambo yang ada pada masyarakat Minangkabau, yaitu nama sebuah nagari yang bernama Pagaruyung. Kerajaan ini runtuh pada masa Perang Padri, setelah ditandatanganinya perjanjian antara Kaum Adat dengan pihak Belanda yang menjadikan kawasan Kerajaan Pagaruyung berada dalam pengawasan Belanda.

5. Kerajaan Malaka (1405 – 1511 M)

Kerajaan malaka berdiri di Malaka, Malaysia, dan Riau, Indonesia. Ppada 1409 M, Islam mudah diterapkan sebagai hukum kerajaan. Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara tahun 1380-1403 M.

Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan merupakan putra Raja Sam Agi. Saat itu, ia masih menganut agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di Sumatera runtuh akibat diserang Majapahit.

Pada saat Malaka didirikan, di situ terdapat penduduk asli dari Suku Laut yang hidup sebagai nelayan. Mereka berjumlah lebih kurang tiga puluh keluarga. Raja dan pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi, karena itu, mereka berhasil mempengaruhi masyarakat asli.

Kemudian, bersama penduduk asli tersebut, rombongan pendatang mengubah Malaka menjadi sebuah kota yang ramai. Selain menjadikan kota tersebut sebagai pusat perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk asli menanam tanaman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah.

6. Kerajaan Cirebon (1430 – 1677 M)

Kerajaan Cirebon terletak di Jawa Barat. Pada 1479 M, dibawah pimpinan Sunan Gunung Jati, Islam disebarkan di seluruh wilayah di Jawa Barat. Kerajaan Cirebon merupakan bagian dari administratif Jawa Barat.

Cirebon sendiri mempunyai arti seperti di daerah-daerah lainnya. Cirebon berasal dari bahasa sunda “ci” yang berarti air, sedangkan “rebon” berarti udang. Cirebon mempunyai ati sungai udang atau kota udang. Cirebon didirikan pada 1 Sura 1445 M, oleh Pangeran Cakrabuana.

Pada  tahun 1479 M Pangeran Cakrabuana sebagai penguasa Cirebon yang bertempat di kraton Pakungwati Cirebon menyerahkan kekuasaannya pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati adalah seorang menantu Pangeran Cakrabuana dari ibu Ratu Mas Rara sasantang. Sejak inilah Cirebon menjadi negara merdeka dan bercorak Islam.

7. Kerajaan Demak (1475 – 1548 M)

Demak menjadi tempat berkumpulnya para wali seperti Sunan Kalijaga, Muria, Kudus, dan Bonang, sebagai pusat penyebaran Islam. Demak merupakan kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Raden Patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten bintara, Demak.

Letak kerajaan Demak berada di tepi pantai utara pulau jawa. Kerajaan ini sering dikunjungi oleh pedagang-pedagang islam dan pedagang asing. Sampai abad ke-15, Demak dibawah kekuasaan Majapahit, namun setelah Majapahit mundur, Demak berkembang pesat sebagai tempat penyebaran agama Islam dan tempat perdagangan yang ramai.

Baca juga: Kerajaan Islam di Riau, Jambi, Sumatra Selatan dan Barat

Nah itulah daftar kerajaan-kerajaan Islam tertua di Indonesia berdasarkan tahun berdirinya. Demikian artikel yang dapat freedomsiana.id bagikan mengenai informasi kerajaan dan semoga bermanfaat.

Mas Pur Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.